
Eddibatamlogistik.co.id – Buat kamu yang berkecimpung di dunia logistik, pengiriman barang, atau urusan ekspor-impor, istilah-istilah di area pelabuhan kadang terdengar seperti sandi rahasia. Seringkali, saat tagihan atau invoice pengiriman keluar, ada deretan komponen biaya yang bikin dahi berkerut karena penasaran.
Agar tidak salah paham dan bisa mengelola biaya operasional dengan lebih presisi, mari kita bedah tiga istilah yang paling sering muncul di terminal peti kemas: CHC, LoLo, dan Storage. Penjelasannya santai saja, yuk disimak!
Secara sederhana, CHC adalah biaya penanganan kontainer. Bayangkan sebuah kapal kargo bersandar di pelabuhan membawa ratusan kotak besi besar alias peti kemas. Kotak-kotak berat itu tentu tidak bisa dipindahkan dengan tenaga manusia biasa.
Biaya CHC ini mencakup seluruh aktivitas fisik penanganan kontainer di dalam area terminal pelabuhan atau lapangan penumpukan (yard). Mulai dari proses mengangkat kontainer dari atas kapal untuk dipindahkan ke truk pengangkut, maupun sebaliknya. Jadi, bisa dibilang ini adalah ongkos operasional utama agar kargo bisa berpindah moda transportasi dengan aman.
Istilah kedua adalah LoLo, yang merupakan singkatan dari Lift On dan Lift Off. Sering kali, pemula mengira ini adalah biaya yang terpisah jauh, padahal keduanya masih bersaudara dekat dengan aktivitas bongkar muat.
Intinya, setiap kali ada gerakan mengangkat atau menurunkan kontainer dari kendaraan darat menggunakan alat berat, layanan LoLo inilah yang bekerja. Di banyak terminal petikemas, komponen LoLo ini bahkan sering kali sudah menjadi satu paket di dalam hitungan CHC.
Nah, kalau komponen yang satu ini paling sering dihindari oleh para pelaku usaha. Storage adalah biaya penumpukan atau penyimpanan yang dikenakan ketika kontainer menginap lebih lama dari batas waktu yang ditentukan di area pelabuhan.
Biasanya, pengelola pelabuhan memberikan fasilitas free time (waktu bebas biaya) selama beberapa hari sejak kontainer dibongkar. Tujuannya agar pemilik kargo punya cukup waktu mengurus dokumen dan mengeluarkan barangnya.
Namun, jika dokumen lambat diurus atau pengiriman tertunda sehingga kontainer “numpang tidur” melebihi free time tersebut, siap-siap menghadapi tagihan storage. Tarifnya biasanya dihitung harian dan bersifat progresif—makin lama dibiarkan di pelabuhan, biayanya akan semakin membengkak!
Memahami ketiga komponen biaya ini sangat penting agar perhitungan anggaran pengiriman barang menjadi lebih akurat. Kuncinya terletak pada kecepatan administrasi dan dokumen; pastikan semua perizinan dan urusan bea cukai beres sebelum masa free time habis. Dengan begitu, kita bisa terhindar dari denda tak terduga dan arus pengiriman barang pun bisa berjalan mulus.

